Oleh : Yudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com - PT Shell Indonesia gandeng Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar program kampanye Keselamatan Berkendara “Shell Road Safety Coaching Clinicselama bulan Agustus hingga Oktober 2017di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah DKI Jakarta.

 

Lima SMK Negeri menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut, yakni SMKN 6, Jakarta Selatan; SMKN 27, Jakarta Pusat; SMKN 26, Jakarta Timur; SMKN 42, Jakarta Barat dan SMKN 25, Jakarta Utara.

 

Sekitar 800 siswa yang menjadi perwakilan dari lebih 200 SMK negeri dan swasta di lima wilayah DKI Jakarta menerima materi-materi keselamatan berlalu lintas, yang disampaikan oleh para trainer/fasilitator dari Indonesia Defensive Driving Center (IDDC).

 

Para siswa juga berkesempatan mempraktekkan pengetahuan tersebut dengan mengendarai kendaraan roda dua di lapangan sekolah dengan pengawasan dan pendampingan dari para fasilitator.

 

Darwin Silalahi, Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia mengatakan bahwa kegiatan edukasi Shell Road Safety Coaching Clinic merupakan wujud komitmen Shell Indonesia untuk berkontribusi membantu Pemerintah dalam menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas dan aman di jalan.

 

Menurut Darwin, melalui program Shell Road Safety Coaching Clinic, kami ingin turut berperan aktif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan membantu menekan jumlah angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas khususnya di kalangan pelajar dan remaja.

 

Kami yakin, disiplin sebagai pengguna jalan yang mematuhi peraturan lalu lintas merupakan kunci keselamatan yang wajib dipenuhi oleh semua orang,” kata Darwin dalam siaran persnya kepada MediaProfesi.com hari Selasa (14/11/2017) di Jakarta.

 

Menurut hasil studi World Health Organization (WHO) tahun 2015, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab nomor satu kematian di usia 15-29 tahun. Setiap tahun, 1.250.000 kematian terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.

 

Fakta ini didukung dengan data dari Kepolisian Republik Indonesia yang menyatakan bahwa angka kecelakaan lalu lintas paling banyak dialami oleh remaja dalam rentang usia 15 - 25 tahun.

 

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa para pelajar Sekolah Menengah Atas atau sederajat masuk dalam rentang usia berisiko tinggi alami kecelakaan lalu lintas.

 

Selain itu, sebanyak 20 peserta dari setiap wilayah juga diminta untuk mengisi kuesioner tentang aktivitas berlalu lintas dan tiga bulan kemudian, para peserta akan diminta kembali untuk mengisi kuesioner.

 

Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada perubahan perilaku berlalu lintas setelah mengikuti kegiatan ini.

 

Selain di DKI Jakarta, Coaching Clinic juga dilakukan di wilayah Semarang dan sekitarnya, yaitu Kendal dan Demak.

 

Lebih dari 1600 siswa SMK dari 8 SMK negeri dan swasta di wilayah tersebut mengikuti Shell Road Safety Coaching Clinic, dalam format yang sama dengan penyelenggaraan kegiatan di DKI Jakarta. Para siswa dengan antusias mengikuti kegiatan yang merupakan pengalaman pertama bagi mereka ini. * (Yud/Syam)