Oleh : Ayi Putri Tjakrawedana *)

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Berjumpa Joseph R. Donovan Jr yang merupakan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang bertugas sejak 4 November 2016 serasa berjumpa orang biasa. Karakternya rileks dan khas bahasa diplomatis.

 

Saya berkesempatan jumpa Mr Ambassador dalam suatu kesempatan yang diadakan dalam sebuah acara oleh American Club, Sabtu 30 Juni 2018. Acara untuk merayakan Fourth of July atau Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Tahun ini Amerika Serikat genap berusia 242 tahun. Usia yang melampaui negara-negara lain apalagi Indonesia yang (baru) 74 tahun.

 

Amerika Serikat yang merdeka pada 4 Juli 1776 memang masih merupakan negara adidaya saat ini. Bahkan posisinya semakin menguat dibawah kewenangan Presiden Donald Trump yang berupaya untuk mengembalikan Amerika Serikat sebagai The Greatest Country.

 

Kebijakan Mr Trump yang mengundang kontroversial sesungguhnya didasari oleh pemikiran logis Trump yang melihat masa depan Amerika Serikat harus lebih baik dengan memberlakukan keharusan para imigran para pemimpi ( American Dream ) berdokumen lengkap.

 

Trump benar, karena kepemimpinan sebelumnya banyak kelonggaran bagi para imigran yang datang ke Amerika Serikat tanpa dokumen dengan berbagai cara.

 

Saya pribadi setuju bahwa dimana bumi dipijak, disitu tanah dijunjung. Artinya ikuti aturan main dimana kita hidup. Bila tidak, silakan cari tempat lain! Perkara cara Trump dalam memberlakukan regulasi buat saya pribadi bukan hal yang harus dibahas disini.

 

Kembali ke acara di American Club, sebetulnya acara mendahului hari kemerdekaan yang masih 4 hari kedepan. Saya sendiri tidak terlalu memusingkan hal itu lantaran terbiasa dengan gaya orang Amerika yang tidak kaku. Sepanjang merupakan hak asasi dan logis. Maka kitapun bersenang-senang di acara Celebration Fourth of July.

 

Tidak semua bisa hadir. Saya mendapat undangan sekitar 1 minggu sebelum acara. Lalu saya dan suami yang warga Amerika menuju American Club yang berada di wilayah Selatan Jakarta tepatnya Kebayoran Baru.

 

Kebetulan buat saya tidak terlalu asing wilayah tersebut karena saya pernah bertugas di Jakarta International School ( JIS ) yang letaknya tidak terlalu jauh dengan American Club.

 

Acara pembukaan tepat pukul 16.30 sore dengan menyanyikan lagu kebangsaan Amerika The Star Spangled Banner. Empat orang Marines mengawal bendera kebangsaan Amerika Serikat dan semua hadirin berdiri khidmat menyanyikan ( bagi yang tidak paham cukup mendengarkan ) lagu tersebut.

 

Setahu saya, setiap acara resmi walaupun hanya meeting, para warga Amerika Serikat selalu memulai dengan mengumandangkan lagu kebangsaan. Saya teringat sewaktu ikut hadir dalam pertemuan Delaware Stands Down sekitar September tahun lalu. Sebelum pertemuan kita yang hadir berdiri di depan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan.

 

Aneka makanan ala Amerika tersaji penuh di meja berderet-deret. Ada aneka salad, nasi seafood, hamburger, hot dog, dan pasta-pasta. Ada bir dan wine, juga vodka. Aneka buah-buahan, cookies warna warni berbentuk bintang ( seperti simbol bendera Amerika ), permen berbalut corak bendera Amerika, dan tak ketinggalan kue Ulang Tahun dengan bentuk bendera.

 

Saat berbincang dengan Dubes Donovan, saya sempat bercanda menanyakan apakah hadir bersama ibu Dubes ? Dan beliau dengan mimik lucu mengatakan sang istri sedang berlibur ke Jogjakarta meninggalkannya sendirian di Jakarta.

 

Saya juga sempat bertanya sudah pernah berkunjung ke kota mana saja di Indonesia ? Ternyata hampir semua kota beliau sudah pernah kunjungi. Dari Sabang hingga Raja Ampat.

 

Dubes Donovan yang ramah dan bersahaja sangat jauh dari kesan seorang Amerika yang arogan. Beliau sudah ke 2 kalinya merayakan Fourth of July di Indonesia. ”Saya selalu berupaya menyempatkan hadir kesini ( American Club ),” ucapnya.

 

Saat acara parade Harley Davidson ( motor gede khas Amerika ) berlangsung saya bertanya makanan apa kegemaran beliau. Lalu beliau cepat menjawab “Gado-gado!” sambil tersenyum, Rupanya sang dubes pecinta makanan sehat, sayuran.

 

Acara ditutup dengan pesta kembang api pada jelang pukul 18. Aneka kembang api dari bentuk dan warna menghias langit terang. Para warga Amerika yang tinggal di Indonesia ( Jakarta ) setidaknya terhibur dan terhapus rasa kangennya.

 

Maklum di Amerika setiap acara Fourth of July selalu diwarnai pesta kembang api semalam suntuk. Namun kali ini mereka hanya menikmati sekitar 15 menit saja.

 

Pesta Kembang api saat Fourth of July adalah acara wajib. Saya teringat tahun 2016 merayakan di Amerika Serikat disamping acara parade mobil antik dan mobil mahal. Sangat berkesan !

 

Oh, thus be it ever, when freemen shall stand
Between their loved home and the war’s desolation!
Blest with victory and peace, may the heav’n-rescued land
Praise the Power that hath made and preserved us a nation!
Then conquer we must, when our cause it is just,
And this be our motto: “In God is our trust”:
And the star-spangled banner in triumph shall wave
O’er the land of the free and the home of the brave ( lirik akhir The Star Spangled Banner )

 

*) Ayi Putri Tjakrawedana (Penulis Buku dan Pendiri Women Spirit & Co)

Foto koleksi pribadi (David Brian Honaker, Ayi Putri Tjakrawedana,Ambassador USA Joseph R.Donovan Jr)