Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com – Tepat setiap tanggal 4 Februari diperingati oleh negara-negara di dunia sebagai Hari Kanker Sedunia.

 

"Ada 8,2 juta orang meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Separuh dari itu berusia 30-69 tahun" papar Ayi Putri Tjakrawedana mantan jurnalis dan penulis buku biografi yang saat ini menjadi pemerhati masalah kanker.

 

Kesadaran masyarakat terhadap kanker masih belum dirasa merata dan kuat. Masih banyak yang buta terhadap definisi kanker. "Apa itu kanker dan bagaimana gejalanya serta penanggulangannya, pilihan treatment nya apa saja dan bagaimana memilih yang tepat sesuai dengan kategori kanker," tambah Ayi.

 

Mengutip Komite Penanggulangan Kanker Nasional, bahwa kanker membunuh lebih banyak dari AIDS,Malaria dan TBC. Bahkan bila ketiganya digabungkan menjadi satu. Dan 70% pasien kanker berada di negara berkembang.

 

Sebanyak 43 % kanker dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi tembakau dan alkohol. Juga mengurangi paparan bahan pemicu kanker, mengikuti program vaksinasi dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat.

 

Jumlah pasien kanker akan meningkat drastis bila kita tidak berbuat apapun untuk upaya pencegahan dan kesadaran bersama.

 

Setahun terakhir Ayi Putri Tjakrawedana dan team menggelar acara gratis di beberapa lokasi dan kota mengenai A-Z seputar kanker.

 

Alasannya sederhana, sambung Ayi, dimana kanker itu sebenarnya sel yang selalu dimiliki oleh setiap orang. Tapi akan menjadi berbahaya bila ada pemicunya. Dan itu berarti tiap orang potensial untuk terkena kanker hanya tidak tahu sama sekali.

 

“Jadi kalau yang dibahas kanker setelah kejadian...akan mubazir. Dan mayoritas pasien yang datang ke dokter sudah telat. Itu harus di rem jumlahnya dengan cara menularkan pengetahuan A-Z soal kanker dengan intens berkala," jelasnya.

 

Menurut Ayi setelah beberapa melangsungkan kegiatan tersebut, ia mengamati banyak komunitas bermunculan yang beranggotakan para penyintas kanker (cancer survivor). Itu sebabnya ia berniat membuat buku yang ditulis berangkai memuat kisah sejati anggota para penyintas kanker.

 

"Salah satunya komunitas Love and Healthy, dimana anggotanya adalah survivor breast cancer" ide itu muncul ketika ia mendengarkan satu persatu kisah para penyintas yang kerap mengundangnya dalam sebuah event gathering atau kumpul-kumpul sharing.

 

"Saya ingin meringankan para penyintas dengan cara memberi mereka ruang untuk bertutur dan berbagi. Saya yakin itu sangat berguna baik bagi penyintas yang lain dan juga non penyintas yang perlu tahu kisah mereka," begitu Ayi menjelaskan.

 

"Buku itu kan media yang baik untuk berbagi. Disamping sebagai bukti dan warisan kelak bagi siapapun tidak hanya untuk penyintas." demikian Ayi menutup penjelasan dan bersiap membuat kegiatan bermanfaat seputar kanker dari kota ke kota bersama para dokter onkology yang menjadi mitra sosial.

 

Karena hidup harus berbagi dan kita tidak sendiri...Apalagi berbagi kebajikan dan bergandengan bersama. * (Syam)