Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Universal Robots (UR), produsen robot kolaboratif (cobot) membantu Vinacomin Motor Industry Joint Stock Company (VMIC), anak perusahaan Grup Vinacomin yang juga raksasa batu bara dan pertambangan milik pemerintah Vietnam, untuk siap menuju masa depan produksi dengan robot kolaboratif (collaborative robot/cobot).

 

VMIC, salah satu BUMN pertama yang menggunakan cobot, telah melihat peningkatan produktivitas dua hingga tiga kali lipat, serta membaiknya kualitas produk yang memicu kenaikan pesanan hingga 50 persen.

 

Darrell Adams, Head of Southeast Asia & Oceania, Universal Robots mengatakan, Cobot terus memberi manfaat besar bagi bisnis di Asia Tenggara dalam mengubah proses manufaktur dan tetap kompetitif.

 

VMIC contohnya, ujar Adams yang sudah mengotomatisasi proses yang dulu sangat manual, hingga kini bisa menikmati produktivitas tinggi dan kualitas hasil yang lebih baik.

 

Cobot UR10 diimplementasikan di VMIC

Proses manual mendominasi pekerjaan di VMIC yang memproduksi suku cadang kendaraan pertambangan. Ketergantungan pada buruh ini berujung pada produktivitas rendah dan kualitas yang tidak konsisten.

 

Jumlah dan pesanan pelanggan rendah sehingga mempengaruhi pendapatan pekerja. Saat menyadari pentingnya otomatisasi, perusahaan mengerahkan dua cobot UR10 untuk melakukan dua tugas; pick and place serta merawat mesin.

 

VMIC menjangkau integrator sistem otomasi lokal Vnstar Automation JSC (Vnstar), yakni mitra Servo Dynamics Engineering (Servo), distributor UR di Vietnam, untuk mengotomatiskan prosesnya.

 

Pham Xuan Phi, Chief Executive Officer VMIC mengatakan, sejak menggunakan cobot, produktivitas kami meningkat dua hingga tiga kali lipat dan kualitas produk sekarang sangat konsisten. Ini menyebabkan peningkatan pesanan 50 hingga 60 persen berlanjut pada peningkatan pendapatan pekerja.

 

Menurut Pham Xuan Phi, Return on Investment (ROI) di Vietnam untuk investasi robot seperti itu biasanya antara enam hingga delapan tahun, namun kami berharap bisa mencapainya dalam satu atau dua tahun.

 

“Dengan cobot UR10, pabrik produksi hanya membutuhkan lebih sedikit pekerja. Sehingga kami bisa menugaskan orang untuk pekerjaan di level yang lebih tinggi, meningkatkan kepuasan pekerja dan mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja,” tambahnya.

 

Dalam beberapa tahun ke depan, VMIC berencana menambah tiga hingga lima cobot UR untuk mengotomatisasi lebih banyak proses di pabrik mereka. * (Wah/Syam)