Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Menjelang akhir tahun 2019, bagi penggemar kopi bisa mampir ke Excelso untuk menikmati secangkir kopi single origin khas Indonesia. Ada Kopi Flores Bajawa yang siap direguk dengan 3 pilihan penyeduhan kopi, yakni menggunakan mesin, syphon brew atau plunger/French press.

 

“Anda yang masih pemula bisa memilih minum kopi yang diseduh dengan alat syphon brew, karena kadar asamnya akan lebih rendah, kekentalannya juga tidak terlalu kuat, namun aromanya sangat harum. ” kata Ishak Nudin, barista crew dari Excelso Senayan City.

 

Ada berbagai teknik menyeduh yang dapat menciptakan aroma berbeda bagi kopi-kopi kegemaran Anda. Dengan teknologi menyeduh kopi yang berbeda, satu jenis kopi yang sama akan menghasilkan aroma, acidity dan body yang berbeda.

 

Aroma adalah bau khas yang dikeluarkan pada waktu pengadukan lapisan bubuk kopi sesaat setelah penyeduhan, contohnya adalah aroma buah (fruity), aroma bau kacang (nut-like), aroma bunga (herbal) dan sebagainya.

 

Acidity adalah sensasi keasaman yang menyegarkan bagian dari cita rasa yang terbentuk setelah seduhan dicicipi dan di tahan didalam rongga mulut selama 3-5 detik. Body adalah sifat kekentalan (mouthfeel) kopi, biasanya dinilai dengan cara menggosokan lidah dengan langit-langit mulut sehingga ada kesan kekentalan dari cairan

 

Tujuan dari teknik penyeduhan kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi agar sesuai dengan yang kita inginkan. Tentu saja mana yang lebih enak akan tergantung pada selera masing masing konsumen.

 

Kopi yang diseduh dengan menggunakan coffee press akan menghasilkan seduhan yang baik aroma, acidity dan bodynya terbilang berskala sedang, sementara seduhan dengan coffee machine akan menghasilkan level acidity dan body yang tertinggi, dengan aroma berskala medium.

 

Bagi para penggemar kopi yang lebih menikmati kopi melalui aroma harum dan rasa yang lebih asam, dapat memilih cara menyeduh kopi menggunakan alat bernama Syphon Brew.

 

Hasil seduhannya akan menghasilkan aroma yang lebih harum, tingkat acidity berskala tinggi, sementara bodynya cenderung tidak kental.

 

Strategi menghadirkan kopi-kopi khas Indonesia menurut Apriyanto Sastro, Area Supervisor Excelso dilakukan untuk memanjakan para konsumen setia Excelso juga penikmat kopi yang berkunjung ke kafe yang sudah berdiri sejak 1991 tersebut.

 

“Selain kopi single origin yang dapat dinikmati secara seasonal tersebut, juga tersedia kopi-kopi single origin seperti Java Arabica, Sumatera Mandheling, Kalosi Toraja dan Luwak Toraja,” kata Apriyanto mengimbuhkan.

 

Istilah Single Origin identik dengan era gelombang ketiga atau third wave coffee. Secara sederhana dapat dijelaskan single origin mengacu pada asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal.

 

Penyebutan single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa. Kalosi Toraja ini misalnya, diproduksi dari biji kopi dari perkebunan di Toraja. Bila bibitnya dipindah ke daerah lain, maka aroma kopi yang dihasilkan tidak akan sama. * (Wah/Syam)