Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Federasi Diabetes Internasional mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi rumah bagi 16,7 juta penderita diabetes pada tahun 2045.

 

Saat ini jumlah penderita diabetes di Indonesia sudah mencapai 10,3 juta orang pada tahun 2017 atau berada di urutan keenam di dunia, dan lebih dari separuh yang hidup dengan diabetes tidak terdiagnosis.

 

Berikut 10 ranking penderita diabetes di dunia pada tahun 2017, dimana raking pertama ditempati China (114,4 juta), India (72,9 juta), Amerika Serikat (30,2 juta), Brasil (12,5 juta), Meksiko (12,0 juta), Indonesia (10,9 juta), Rusia (8,5 juta), Mesir (8,2 juta), Jerman (7,5 juta) dan Pakistan (7,5 juta).

 

Sementara angka prediksi pada tahun 2045 adalah ranking pertama India (134,3 juta), China (119,8 juta), Amerika Serikat (35 juta), Meksiko (21,8 juta), Brasil (20,3 juta), Mesir (16,7 juta), Indonesia (16,7 juta), Pakistan (16,1 juta), Banglades (13,7 juta) dan Turki (11,2 juta).

 

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Lembaga riset internasional ‘FMCG Gurus’ menunjukkan bahwa 66% konsumen sadar akan kaitan antara diet dan diabetes, dan 88% mengatakan bahwa mereka tertarik untuk membeli bahan makanan yang dapat membantu mengurangi risiko diabetes.

 

Sementara menurut produsen bahan makanan fungsional terkemuka, yaitu BENEO, Produsen makanan memainkan peranan yang besar dalam memerangi masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes.

 

“Obesitas dan diabetes adalah masalah besar di Indonesia dan di seluruh Asia,” kata Christian Philippsen, Managing Director BENEO Asia Pacific dalam jumpa pers di Jakarta (3/10/2018).

 

Menurut Christian, cara paling efektif untuk mengatasi masalah kesehatan ini adalah dengan menyarankan orang-orang untuk makan makanan sehat yang mengandung bahan-bahan yang lebih baik.

 

Ada peluang besar bagi produsen bahan makanan untuk memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesehatan orang Indonesia, karena makanan yang diproses dan dikemas seringkali memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Ini sangat berperan dalam menyebabkan diabetes,” tambahnya.

 

Dia menjelaskan cara untuk membuat makanan ini lebih sehat adalah dengan mengurangi kadar gula, tetapi bisa dimengerti kalau ada kekhawatiran bahwa cara itu akan mempengaruhi rasa produknya.

 

Namun, sangatlah mungkin untuk mengurangi kadar gula dalam produk ini tanpa mengorbankan rasa atau tekstur, yaitu dengan memasukkan bahan-bahan fungsional, paparnya.

 

Salah satu bahan tersebut adalah Palatinose™, karbohidrat yang penyerapannya lambat, diambil dari gula bit yang dapat memasok energi yang stabil dan berkelanjutan bagi tubuh kita, apabila dibandingkan dengan gula biasa.

 

Palatinose™ adalah satu-satunya karbohidrat rendah glikemik dan memiliki rasa seperti gula alami yang ringan, yang membuatnya ideal untuk diaplikasikan pada makanan yang dipanggang, produk susu, minuman olahraga, dan minuman energi.

 

BENEO hadir di Food Ingredients Asia 2018, yang berlangsung di Jakarta International Expo pada tanggal 3-5 Oktober, untuk mendidik para pengunjung mengenai cara-cara membuat produk makanan yang lebih sehat.

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang BENEO dan bahan-bahannya, kunjungi pakar gizi, ahli teknis, dan pakar pasar BENEO yang akan bekerja sama dengan mitra lokal kami, yaitu DPO International, yang terletak di Hall D1, stand nomor J12. * (Syam)