Oleh : Syamhudi

Jakarta, SMborneo.com – BRISyariah terus mengembangkan pembiayaan gadai emas, karena bisnis gadai emas memiliki peluang yang sangat prospektif dan menggiurkan. Bisnis gadai emas syariah ini memiliki prospek yang baik karena setiap orang di Indonesia pasti memiliki emas.

Finance Product Development Department Head BRI Syariah Maryana Yunus mengatakan, pembiayaan BRISyariah untuk produk gadai emas telah berhasil membukukan pencairan dari Maret 2009 hingga April 2010 sebesar Rp 177 miliar dan outstanding Rp 100 miliar. “BRISyariah membuka layanan ini pada Maret 2009 lalu. Tahun ini BRISyariah menargetkan pencairan dana sebesar Rp 200 miliar dan outstanding gadai Rp 132 miliar,” katanya di Jakarta (7/5).

Selama ini, pembiayaan gadai emas syariah tersebut banyak diminati oleh masyarakat terutama di Sumatra. Paling banyak dikontribusikan dari Pekanbaru, Palembang, Padang dan Bandar Lampung.

"Masyarakat di Sumatra sudah senang dengan emas sejak dulu. Di daerah Sumatra ini bisa mengontribusikan 30 persen dari total pembiayaan perseroan," jelas Maryana.

Selain wilayah Sumatra, bisnis gadai emas syariah ini juga ditopang dari wilayah Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Total kantor cabang BRISyariah selama ini sebesar 40 kantor cabang. Ke depan, pihaknya akan meningkatkan menjadi 80 kantor cabang termasuk wilayah Bali, Nangroe Aceh Darussalam dan Medan.

Selain itu, untuk memperbesar bisnis ini perseroan juga melakukan office channeling dengan induknya, Bank BRI. Selama ini jumlah nasabah bisnis gadai syariah perseroan mencapai 8.800 nasabah. Tahun ini, pihaknya akan meningkatkan hingga 40 ribu nasabah.


"Bisnis ini cepat membesar karena produk tersebut ditunjang oleh asuransi kebakaran, huru hara maupun bencana. Di saat nasabah memiliki emas dan mengalami salah satu bencana tersebut, maka pihak bank akan menggantinya dengan barang yang sama dan berat yang sama," pungkas Maryana.

Dia juga mengatakan layanan gadai emas BRISyariah tetap membidik nasabah menengah ke bawah dengan jumlah transaksi di bawah Rp10 juta per orang.

Setiap transaksi, tuturnya, tidak dikenakan bunga pinjaman tetapi dikenakan biaya administrasi yang besarannya tergantung kepada berat dari emas yang digadaikan.

Marina menjelaskan, gadai syariah ini sangat merata peminatnya diseluruh Indonesia. "Namun permintaan tertinggi dari pulau Sumatra terutama Bengkulu dan Padang. Permintaan gadai emas di Sumatra mengambil porsi 30% dari outstanding gadai emas," tegasnya.

BRISyariah akan memberikan dana segar sebesar 93% dari harga emas untuk gadai emas batangan dari taksiran bank. Sementara untuk perhiasan sebesar 90% dari harga emas. Saat ini, 60% gadai emas BRISyariah adalah perhiasan. Sisanya, 40% adalah emas batangan.

BRISyariah memberikan jangka waktu gadai emas paling lama 4 bulan. Untuk gadai emas ini, BRISyariah akan mengenakan biaya administrasi Rp 12.500 untuk emas dibawah 50 gram dan Rp 25.000 untuk emas diatas 50-100 gram setiap bulannya. Dari uang administrasi tersebut sudah termasuk biaya asuransi.

Kemudian akad yang lain yang mengikuti karena emasnya itu disimpan di brankas, diplastikin, di asuransikan, ada pengamanan, maka dikenakan ijaroh yaitu biaya sewa tempat. ”Nah itu tadi kalau emas batangan Rp 1.310 per gram per 10 hari. sedangkan perhiasan Rp 1.270 per gram per 10 hari,” terang Maryana. * ( Syam )