Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) rencananya mulai memperdagangkan kontrak timah yang diberi kode INATIN pada 1 Februari 2012.

Direktur Utama BKDI atau ICDX, Megain Widjaja mengatakan sebenarnya perdagangan timah ini akan mulai dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2012, namun atas saran dari Komite Timah Indonesia market timing yang tepat untuk meluncurkan produk timah INATIN adalah 1 Februari bulan depan.

“Berhubung pada 23 Januari 2012 ada hari raya Imlek, jadi kebanyakan pembelinya libur selama 10 hari. Jadi kalau dilaksanakan pun tidak fesible atau tidak kondusif,” ujar Megain usai Paparan Publik INATIN yang diselenggarakan oleh BKDI (ICDX) bekerjasama dengan Komite Timah Indonesia, di Jakarta (12/1/2012).

Menurutnya, penundaan ini dilakukan bukan karena dari pihak kita selaku penyelenggara bursa timah, justru saat ini kita sudah siap dengan segala infrastruktur untuk melakukan perdagangan timah dengan kode INATIN.

Tetapi dalam hal ini, tentu kita juga harus memperhatikan pasar, yang kalau dipaksakan dan akhirnya tidak ada pembeli, karena libur. “Jadi lebih baik kita tunda saja awal bulan depan,” terangnya optimis.

Kontrak timah yang diberi kode INATIN adalah kontrak yang diperdagangkan berbasis US Dollar (USD) dan 1 (satu) lot kontrak setara dengan 5 (lima) metric ton, dengan kelipatan sebesar 5 (lima) usd per ton.

Perdagangan INATIN akan dilaksanakan secara lelang terbuka. Hanya aka nada 1 (satu) sesi perdagangan selama 15 (lima belas) menit yang dimulai pada pukul 14.30 – 14 45 WIB. Satu menit setelah 15 menit lelang terbuka berlangsung, harga penutupan transaksi akan diumumkan dan menjadi harga penyelesaian untuk transaksi pada hari itu.

Ketika di Tanya wartawan MediaProfesi.com bahwa apakah perdagangan selama 15 menit itu cukup, atau nantinya akan ditambah waktunya? Secara diplomatis dan santai Megain mengatakan kamu lihat saja sendiri tadi pada saat simulasi, mereka dikasih waktu 15 menit saja sudah bengong-bgenong kan dalam melakukan perdagangan.

Sedang target perdagangannya sendiri, menurut Megain hal ini berbeda dengan future trading (bursa berjangka) yang bisa ditentukan berapa lot per harinya. Tapi karena ini perdagangan fisik, jadi market-nya sangat tergantung berapa banyak pasokan timah yang ada di pasar yang akan dijual pada hari itu.

Dan produk timah yang diperdagangkan di pasar bursa terlebih dahulu harus dinyatakan lulus uji tentang kualitas dan kadarnya oleh surveyor independent yang ditunjuk oleh Komite Timah Indonesia. Setelah itu baru dikeluarkan sertifikatnya.

“Kadar kemurnian mutu timah yang diperdagangkan semua harus sama, tidak boleh tidak, yaitu kadar kemurniannya 99.85%,” tegasnya.

BKDI (ICDX) telah menjalin kerjasama strategis dengan PT Banda Graha Reksa (BGR) selaku gudang penyimpan timah. Kerjasama ini merupakan salah satu kunci keberhasilan karena BGR memiliki peran penting sebagai tempat penyelesaian fisik INATIN.

BGR juga bekerjasama dengan penguji mutu independen untuk memastikan kualitas timah yang nanti diserahkan dapat sesuai dengan spesifikasi kontrak yang sudah diterbitkan oleh BKDI (ICDX) dan Komite Timah Indonesia. * (Syam)