Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Memasuki tahun 2012, Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) telah mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun Investasi dan Inovasi Meraih PRESTASI. Hal ini kelanjutan dari tahun sebelumnya yang dinyatakan sebagai tahun Berbenah Meraih PRESTASI.

Direktur JFX, Roy Sembel mengemukakan PRESTASI merupakan akronim dari strategi perusahaan dalam meraih PRIME yang merupakan visi misi perusahaan.

PRESTASI terdiri dari Product development, Relationship improvement, Education & Socialization, Technology enhancement, Accountability, System of organization serta Integrity of market.

Sedangkan visi JFX adalah PRIME yaitu Price discovery, price Reference, Innovative products, risk Management, dan market Efficiency/effectiveness/fairness/transparency.

Menurut Roy, investasi yang akan dilakukan pada 2012 adalah pengembangan lebih lanjut system teknologi perdagangan on-line terkini sesuai dengan standar Internasional guna mendukung peningkatan transaksi dan likuiditas market kontrak multilateral.

“Sistem teknologi perdagangan akan dikembangkan dari JAFeTS-3 (Jakarta Futures electronic Trading System generasi ketiga) menjadi JAFeTS-NG (Next Generation),” ujar Roy pada Konferensi Pers tentang “Kinerja Perdagangan 2011 dan Rencana Kerja 2012 Jakarta Futures Exchange”, di Kantor JFX, Jakarta (10/1/2012).

Diharapkan ke depannya, lanjutnya, dengan system JAFeTS-NG maka JFX lebih siap dalam menggenjot aktivitas bursa hingga ratusan ribu transaksi perdagangan per hari. Selain itu akan dikembngkan juga transaksi mobile dan informasi pasar berjangka melalui ponsel cerdas.

“Teknologi mobile transaction ini tidak terlalu rumit, sehingga target kami pada triwulan I nasabah sudah dapat menikmati fasilitas ini,” tambahnya.

Roy optimis likuiditas market produk-produk yang ada di JFX saat ini akan semakin baik pada 2012, karena kami sudah memiliki list jaringan market maker internasional yang sudah menyatakan siap untuk terjun ke bursa JFX.

“Diharapkan dengan adanya market maker internasional ini, maka nasabah/investor internasional juga ikut aktif bertransaksi di bursa JFX,” jelas Roy optimis.

Guna memenuhi kebutuhan pasar, JFX akan membut sejumlah kontrak atau produk baru pada tahun ini, antara lain kontrak batubara, karet, timah dan interest rate futures.

“ Untuk kontrak interest rate futures kami telah menyelesaikan kajian awalnya sesuai paying hokum UU No. 10/2011 dan akan segera kami sampaikan proposalnya ke Bappebti guna memperoleh persetujuan,” tutur Roy.

Dalam rangka memasyarakatkan peran JFX dalam perrekeonomian nasional serta manfaat Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), maka serangkaian program edukasi dan sosialisasi PBK telah dibuat untuk tahun 2012, antara lain pembentukan JFX Academy di Kantor Pusat JFX dan JFX Center di sejumlah universitas seluruh Indonesia.

Selain itu akan dilakukan juga talkshow radio/televise, intensifikasi pemanfaatan social media, dan sejumlah seminar berskala nasional di beberapa kota di Indonesia, serta edukasi langsung kepada para pialang, investor, perusahaan-perusahaan besar, masyarakat umum maupun kepada pemangku kepentingan industry lainnya.

“Dan untuk mengemban amanat UU No. 10/2011, saat ini sedang dilakukan persiapan dan kajian mengenai rencana demutulisasi Bursa. Ke depannya Bursa dapat dimiliki oleh orang perorangan atau badan hokum Indonesia,” pungkas Roy. * (Syam)