Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Rencana kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) secara bersamaan pada bulan April mendatang sangat memukul bagi kalangan usaha kecil dan menengah (UKM).

Akibat kenaikan tersebut, tentunya akan terjadi efek domino yang bisa merembet ke berbagai hal, diantaranya kalau yang berdampak langsung itu adalah biaya transportasi, sehingga biaya produksi akan bertambah tinggi.

Menurut President Director PT Mahasuri Utama, Eny Sri Danty mengatakan selain kenaikan biaya transportasi juga berdampak terhadap harga pangan pun akan naik juga dengan sendirinya. Sehingga biaya hidup akan lebih tinggi, demikian pula halnya dengan biaya produksi pun akan lebih tinggi.

“Kenaikannya terhadap biaya produksi sekitar 30% mungkin bisa lebih,” kata Eny di sela acara Peluncuran Buku Panduan bagi Para Pemberi Kerja tentang “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja”, dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional, di Jakarta (8/3/2012).

Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang ini yang dihadapi kalangan UKM ke depan itu dibutuhkan suatu energi yang ekstra dalam mencurahkan segala tenaga dan pikiran bagaimana mensiasati untuk bisa bertahan saja sudah baik,

“Harus bagaimana lagi upaya kita di UKM. Apalagi sekarang ini semuanya tambah sulit, dengan sendirinya untuk produksi pun juga akan sulit,” tambah Eny dari anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Ia berharap pemerintah agar lebih bijak dalam menyikapi permasalahan ini. Dan harus ada rasa keberpihakan pemerintah dalam membantu menangani dan melindungi industri dalam negeri, khususnya kalangan UKM ini agar tetap bisa bertahan.

Karena kalau tidak, dunia usaha di bidang UKM yang saat ini sudah megap-megap bisa tambah ambruk dihantam gempuran barang impor, tidak kuat bersaing, akibat adanya pemberlakuan perjanjian pasar bebas (FTA).

Kesulitan UKM akan bertambah berat lagi dalam menghadapi persaingan, karena selain persaingan dalam negeri sendiri saja sudah dirasakan berat, apalagi kalau ditambah dengan masuknya barang dari luar, tentu akan membebani kalangan pelaku UKM.

Namun, satu hal yang tidak diinginkan oleh kalangan UKM, lanjutnya, jangan sampai terjadi pengurangan tenaga kerja. “Tapi kalau memang kita tidak mampu memikulnya, ya bisa saja dilakukan, kendati diiringi dengan hati yang pedih buat kita untuk melaksanakannya,” tegasnya dengan lirih.

Biar bagaimana pun karyawan itu harus pertahankan, jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan, itu yang seharusnya kita pikirkan. Pasalnya mereka sudah sekian lama mengabdi, sekian lama mereka bekerja sama dengan kita.

“Nah, dalam kondisi yang begini, kita pun harus berpikir bagaimana bisa bertahan untuk kehidupan mereka semua,” pungkas Eny. * (Syam)